Selasa, 13 Mei 2014

Motorola Resmi Luncurkan Moto E

Motorola Resmi Luncurkan Moto E Untuk Bidik Pasar Berkembang
Hari ini, Motorola resmi meluncurkan sebuah produk smartphone terbaru yang diberi nama Moto E di India. Memiliki layar berlapis Gorilla Glass seluas 4.3 inci, Moto E adalah ponsel Android Motorola yang dibuat untuk menarik pangsa pasar berkembang.
Dilansir dari laman CNET Selasa (13/5/14), Moto E berlari di atas sistem operasi Android 4.4 KitKat dan digeber oleh prosesor dual-core Qualcomm Snapdragon 200 yang berkuatan 1.2GHz. Moto E juga didukung dengan RAM seluas 1GB, memori internal seluas 4GB dan baterai berkapasitas 1980mAh. Dalam sektor kamera, Moto E dilengkapi dengan kamera belakang 5 megapiksel.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Moto E mengusung layar seluas 4.3 inci yang dilapisi oleh Gorilla Glass. Di atas kertas, display Moto E tercatat memiliki resolusi 540x940 dengan kerapatan piksel mencapai 256ppi, lebih rendah dibanding pendahulunya, Moto G, yang memiliki resolusi 326ppi.
Dengan Moto E, perusahaan yang kini berada di bawah kekuasaan Lenovo ini mencoba memperluas pangsa pasar feature phone yang didominasi oleh Asha atau ponsel Firefox OS. Mengandalkan reputsasi baiknya, Motorola berharap bahwa Moto E dengan desain dan spek yang kompetitif dapat menarik perhatian konsumen dalam pasar tersebut.
Di India, satu unit Moto E dilepas dengan harga Rs. 6,999. Jika dikonversi ke Rupiah, angka tersebut menjadi Rp 1,3 jutaan. Tersedia tiga pilihan warna di antaranya Hitam, Lemon, dan Hijau Toska.
Sumber Link

Galaxy K Zoom

Samsung Resmi Perkenalkan Galaxy K Zoom, Ponsel Kamera Dengan Sensor 20.7 MP

Senin (28/4) malam lalu, Samsung mengungkap satu produk ponsel/kamera terbaru yang diberi nama Samsung Galaxy K Zoom. Galaxy K Zoom adalah produk ponsel/kamera kedua setelah Samsung melakukan eksperimen pertamanya dengan Galaxy S4 Zoom tahun lalu.
Perangkat yang memadukan antara smartphone Android dan kamera ini dilengkapi dengan ukuran sensor BSI CMOS hingga 20.7 megapiksel dan 10x optical zoom. Flash Xenon dan optical image stabilization disertakan untuk melengkapi kegarangan kamera Galaxy K Zoom. Terdapat tombol shutter pada bagian sisi kanan bawah body untuk mempermudah pengambilan gambar.
Salah satu fitur kamera yang menarik dari Galaxy K Zoom adalah Selfie Alarm yang memungkinkan Anda untuk menentukan area dari frame di mana Anda ingin kepala Anda terlihat; kemudian ketika Anda memutar perangkat tersebut agar menghadap kepada Anda,  Galaxy K Zoom akan berbunyi jika kepala Anda berada tepat pada area yang ditentukan, maka secara otomatis, gambar pun akan terambil.  Jika proses pengambilan foto selfie ini terlalu rumit, Anda masih dapat menggunakan kamera depan Galaxy K Zoom yang memiliki resolusi piksel 2MP.
Di balik fitur kameranya, Galaxy K Zoom dilengkapi dengan RAM seluas 2GB dan prosesor hexa-core rancangan Samsung sendiri, Exynos, yang mengkombinasikan sebuah cip quad-core berkecepatam 1.3GHz dengan sebuah cip dual-core 1.7GHz—kombinasi yang tidak sebaik yang ada pada Galaxy S5, namun cukup untuk menangani rutinitas konsumen sehari-hari.
Di atas kertas, tercatat bahwa Samsung Galaxy K Zoom memiliki layar Super AMOLED seluas 4.8 inci yang beresolusi 720p, dukungan jaringan 3G dan LTE, memori internal seluas 8GB, Android 4.4 KitKat dan baterai berkapasitas 2,430mAh.
Soal dimensi dan desain, Galaxy K Zoom memiliki tubuh yang lebih ramping dibanding pendahulunya, Galaxy S4 Zoom, dengan berat 7 ons dan tebal 20.2mm dan tekstur casing belakang yang mengikuti desain Galaxy S5.
Samsung akan memasarkan produk Galaxy K Zoom-nya ini mulai bulan Mei mendatang. Rincian harga satu unit Galaxy K Zoom masih belum diketahui.
Lihat gambar-gambar Galaxy K Zoom lainnya pada Link

Senin, 12 Mei 2014

Resume DBA Pert 11

Resume DBA

Nama : Muhammad Nurhari
Nim    : 10410100123

Storage Management

Oracle Instance
Oracle database selalu diasosiasikan denganOracle Instance. Saat database dijalankan pada database server, oracle mengalokasikan memory yang disebut System Global Area (SGA) dan menjalankan beberapa oracle background process. Kombinasi dari SGA dan Oracle processes disebut dengan Oracle Instance. Memory dan proses dari instance mengatur data dalam database secara efisien dan dapat melayani satu atau lebih user yang menggunakan basis data ini.

Memory Structure
Memory di Oracle digunakan untuk menyimpan:

  • Kode program yang akan dieksekusi
  • Informasi tentang session
  • Data yang akan dieksekusiInformasi yang di share dan dikomunikasi oleh proses yang lain. Misalnya locking information
  • Cache information

Dasar struktur memory yang berhubungan dengan oracle:

  • Software Code Area
  • System Global Area (SGA)
  • Program Global Area (PGA)
  • Sort area

Software Code Areas
Bagian dari memory yang digunakan untuk menyimpan kode program yang akan dieksekusi. Perintah/kode oracle disimpan di software code areas yang biasanya berada di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan program dari user. Ukuran software codes areas statis, berubah jika dilakukan installasi ulang atau update.

System Global Area (SGA)
Memory Structure dasar yang berhubungan dengan Oracle instance adalah :
• System Global Area (SGA) : di-share oleh semua server dan background process
• Program Global area (PGA) : Private untuk masing-masing server dan background process. Satu PGA untuk masing-masing proses.

System Global Area (SGA) merupakan memory area yang meliputi data dan control informasi untuk instance.
Program Global Area (PGA) adalah memory yang terdiri dari data dan control information untuk masing-masing proses server.
Space Management
Automatic Storage Management (ASM) yang dimiliki oleh Oracle 10g ini dapat meningkatkan kemampuan dalam memanajemen dan menkonsolidasikan antar data dalam basis data/ database.

Fungsi dari Automatic Storage Management (ASM)
Melakukan manajemen penyimpanan data pada storage dengan mendefinisikan storage berdasarkan grup-grup tertentu untuk mengurangi adanya redundansi data, khususnya ketika seorang DBA melakukan penyimpanan data.

Automatic Storage Management (ASM) menyediakan fungsionalitas sebagai berikut:

  • Mengatur kelompok disk, disebut disk group.
  • Mengelola disk redundansi dalam suatu disk group.
  • Menyediakan dekat-optimal I / O menyeimbangkan tanpa tuning manual.
  • Memungkinkan manajemen objek database tanpa menyebutkan mount point dan nama file.
  • Mendukung file ukuran besar.


Tablespace
Tablespace merupakan bagian dari arsitektur logic database Oracle (secara sekilas, struktur logik database Oracle adalah tablespace, segment, extent, dan block).

Terdapat 4 jenis Tablespace
System tablespace
Menyimpan informasi operasional dan menentukan atribute dari data yang disimpan seperti tipe data, besar maksimum dari sebuah column, pemilik data dan lain-lain.

SYSAUX tablespace
Sebagian besar dari tool yang digunakan untuk menjalankan aktifitas database menyimpan object dan informasi di dalam tablespace ini. Ketika database dibentuk, tablespace ini wajib dibuat.

Default temporary tablespace
Berguna untuk penampungan sementara dari hasil output resultset atau untuk mendukung aktifitas seperti sorting. Sangat berguna jika memory yang ada tidak cukup untuk menjalankan sebuah operasi.

Undo tablespace
Berguna untuk menyimpan row yang diubah namun belum dicommit atau diroll back.

Datafiles
Sebuah tablespace di database Oracle terdiri dari satu atau lebih datafiles fisik. Suatu datafile dapat dikaitkan dengan hanya satu tablespace dan hanya satu database.

Redo Logs
Redo Log File merupakan jenis berkas yang sangat penting. Berkas Redo Log File yang rusak kadang membuat database sama sekali tidak bisa dibuka. Redo Log Files ini pada umumnya memuat transaksi transaksi, namun dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
Rollback Segment
Rollback segment dipakai untuk menyimpan data sebelum transaksi. Sehingga selama transaksi itu belum di commit, session lain masih dapat melihat data yang original. Hal ini untuk menjaga consistency.

Archive Logs
Archived log digunakan untuk recovery database. Bila kita me-restore dari hasil offline backup, maka data yang bisa diambil adalah data ketika offline backup dilakukan. Jadi, seandainya full backup dilakukan sebulan yang lalu, maka data yang bisa diselamatkan (diambil) adalah data sebulan yang lalu tersebut.

Kamis, 08 Mei 2014

Resume DBA Pert 10

Resume DBA

Nama : Muhammad Nurhari
Nim    : 10410100123

Dosen : Ibu Siti Mukaromah

Disaster (bencana) didefinisikan sebagai kejadian yang waktu terjadinya tidak dapat diprediksi dan bersifat sangat merusak. Pengertian ini mengidentifikasikan sebuah kejadian yang tiba-tiba, tidak diharapkan, bersifat sangat merusak, dan kurang perencanaan. Bencana terjadi dengan frekuensi yang tidak menentu dan akibat yang ditimbulkannya meningkat bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri terhadap kemungkinan-kemungkinan timbulnya bencana. Berbagai bencana yang mungkin terjadi antara lain adalah:

  1. Bencana alam disebabkan oleh kondisi geografis dan geologis dari lokasi
  2. Kebakaran disebabkan oleh faktor lingkungan dan pengaturan sistem elektrik yang dapat menyebabkan korsleting
  3. Kerusakan pada jaringan listrik disebabkan oleh sistem elektrik
  4. Serangan teroris disebabkan oleh lemahnya keamanan fisik dan non fisik data center
  5. Sistem atau perangkat yang rusak terkait dengan kesalahan manajemen pengawasan perangkat
  6. Kesalahan operasional akibat ulah manusia
  7. Virus misalkan disebabkan oleh kesalahan pemilihan anti virus yang digunakan

Disaster Recovery menurut terjemahan aslinya mengandung arti pemulihan bencana. DR jika dikaitkan dengan dunia bisnis, akan membawa kita pada definisi Disaster Recovery Planning (DRP) dan Business Continuity Plan (BCP).Bisnis akan bergantung pada informasi yang tersebar dan aplikasi yang memproses informasi tersebut, sehingga aplikasi penopang utama yang spesifik menjadi sangat kritikal sehingga ketika terjadi gangguan hanya beberapa saat maka dapat melumpuhkan kelangsungan bisnis perusahaan. Oleh karenanya, beberapa perusahaan mempunyai suatu arahan yang menjamin availabilitas kelangsungan bisnis ketika terjadi suatu bencana/gangguan yang tidak direncanakan atau sudah direncanakan. Arahan ini yang dituangkan dalam Disaster Recovery Planning (DRP).


Perencanaan database adalah proses pembuatan atau pengembangan struktur database yang sesuai dengan data yang dibutuhkan oleh pengguna atau user.
Perencanaan database memiliki langkah – langkah penting yaitu :
  • Mendefinisikan kebutuhan (Requirement definition)
  • Jenis informasi yang harus diperhatikan (Informasi yang menjelaskan struktur data dan menggambarkan aturan atau batasan yang dapat menjaga integritasi data)
Fokus dalam mendefinisikan kebutuhan :
  • Mendefinisikan lingkup database
  • Memilih metodelogi
  • Mengidentifikasi pandangan user
  • Model data struktur
  • Model data constraints
  • Mengidentifikasi kebutuhan operasional

Disaster Recovery Planning

Yaitu merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi dan membatasi resiko – resiko buruk (bencana) dan nantinya membuat kerugian – kerugian pada proses bisnis yang ada. Dapat dikatakan bahwa proses ini adalah sebuah proses penanggulangan – penganggulangan atau rencana untuk menanggulangi suatu bencana pada proses bisnis.

Beberapa Keuntungan dari Disaster Recovery Planning
  • Memperbaiki system proteksi terhadapat setiap aset – aset penting yang dimiliki oleh perusahan tersebut.
  • Membuat system proteksi infomasi atau data – data perusahaan lebih efektif.
  • Mengurangi resiko bencana akibat kesalahan manusia
  • Memperbaiki manajemen perusahaan

Backup Database :

Yaitu suatu proses yang mengacu kepada pembuatan salinan data dari database, sehingga salinan ini dapat digunakan untuk mengembalikan data semula dari peristiwa kehilangan data ataupun kerusakan data.

Link Sumber : Link 1. Link 2.

Senin, 05 Mei 2014

Resume DBA Pert 9

Resume DBA

Nama : Muhammad Nurhari
Nim : 10410100123

Disaster (bencana) didefinisikan sebagai kejadian yang waktu terjadinya tidak dapat diprediksi dan bersifat sangat merusak. Pengertian ini mengidentifikasikan sebuah kejadian yang tiba-tiba, tidak diharapkan, bersifat sangat merusak, dan kurang perencanaan. Bencana terjadi dengan frekuensi yang tidak menentu dan akibat yang ditimbulkannya meningkat bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri terhadap kemungkinan-kemungkinan timbulnya bencana. Berbagai bencana yang mungkin terjadi antara lain adalah:
  1. Bencana alam disebabkan oleh kondisi geografis dan geologis dari lokasi
  2. Kebakaran disebabkan oleh faktor lingkungan dan pengaturan sistem elektrik yang dapat menyebabkan korsleting
  3. Kerusakan pada jaringan listrik disebabkan oleh sistem elektrik
  4. Serangan teroris disebabkan oleh lemahnya keamanan fisik dan non fisik data center
  5. Sistem atau perangkat yang rusak terkait dengan kesalahan manajemen pengawasan perangkat
  6. Kesalahan operasional akibat ulah manusia
  7. Virus misalkan disebabkan oleh kesalahan pemilihan anti virus yang digunakan

Disaster Recovery menurut terjemahan aslinya mengandung arti pemulihan bencana. DR jika dikaitkan dengan dunia bisnis, akan membawa kita pada definisi Disaster Recovery Planning . Bisnis akan bergantung pada informasi yang tersebar dan aplikasi yang memproses informasi tersebut, sehingga aplikasi penopang utama yang spesifik menjadi sangat kritikal sehingga ketika terjadi gangguan hanya beberapa saat maka dapat melumpuhkan kelangsungan bisnis perusahaan. Oleh karenanya, beberapa perusahaan mempunyai suatu arahan yang menjamin availabilitas kelangsungan bisnis ketika terjadi suatu bencana/gangguan yang tidak direncanakan atau sudah direncanakan.

Perencanaan database adalah proses pembuatan atau pengembangan struktur database yang sesuai dengan data yang dibutuhkan oleh pengguna atau user.
Perencanaan database memiliki langkah – langkah penting yaitu :
  • Mendefinisikan kebutuhan (Requirement definition)
  • Jenis informasi yang harus diperhatikan (Informasi yang menjelaskan struktur data dan menggambarkan aturan atau batasan yang dapat menjaga integritasi data)

Fokus dalam mendefinisikan kebutuhan :

  • Mendefinisikan lingkup database
  • Memilih metodelogi
  • Mengidentifikasi pandangan user
  • Model data struktur
  • Model data constraints
  • Mengidentifikasi kebutuhan operasional

Disaster Recovery Planning
Yaitu merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi dan membatasi resiko – resiko buruk (bencana) dan nantinya membuat kerugian – kerugian pada proses bisnis yang ada. Dapat dikatakan bahwa proses ini adalah sebuah proses penanggulangan – penganggulangan atau rencana untuk menanggulangi suatu bencana pada proses bisnis.

Beberapa Keuntungan dari Disaster Recovery Planning
  • Memperbaiki system proteksi terhadapat setiap aset – aset penting yang dimiliki oleh perusahan tersebut.
  • Membuat system proteksi infomasi atau data – data perusahaan lebih efektif.
  • Mengurangi resiko bencana akibat kesalahan manusia
  • Memperbaiki manajemen perusahaan

Backup Database

Yaitu suatu proses yang mengacu kepada pembuatan salinan data dari database, sehingga salinan ini dapat digunakan untuk mengembalikan data semula dari peristiwa kehilangan data ataupun kerusakan data.
BACKUP AND RECOVERY ORACLE DATABASE(ORACLE)    
BackUp adalah suatu proses pembuatan salinan data dari database, sehingga salinan ini dapat digunakan untuk mengembalikan data semula dari peristiwa kehilangan data ataupun kerusakan data. Kerusakan data ini meliputi sebagai berikut;

1. Statement failure, Penyebabnya:

  a.Logic error dalam aplikasi
  b. Memasukkan data tidak valid ke dalam tabel
  c. Mencoba operasi dengan hak akses yang tidak cukup
  d. Mencoba untuk membuat tabel, tapi melebihi batas kuota yang diberikan
  e. Upaya INSERT atau UPDATE ke tabel, menyebabkan extent dialokasikan, tetapi memiliki ruang kosong  yang tidak cukup di tablespace.
2. User process failure 
   Kegagalan proses terjadi ketika terjadi kegagalan pada server, pengguna, atau background proses contoh penghentian proses secara abnormal. Ketika sebuah proses terjadi kegagalan, subordinat proses gagal tidak dapat melanjutkan pekerjaan, meskipun proses-proses lain dari database instan dapat dilanjutkan. Background proses PMON mendeteksi pembatalan proses Oracle. 

3. User error 

  Berkaitan dengan kesalahan user. Sebagai administrator, dapat melakukan sedikit pencegahan kesalahan pengguna seperti sengaja drop table. Dapat menghindari kesalahan pengguna dengan pemberian privilige sehingga pengguna dapat mengurangi kesalahan.  

4. Network failure 

  Ketika sistem anda menggunakan jaringan seperti jaringan area lokal untuk terhubung workstation client ke server database, atau untuk menghubungkan beberapa server database untuk membentuk suatu sistem database terdistribusi, kegagalan jaringan dapat mengganggu operasi normal sistem database. Sebagai contoh pada saat Kegagalan jaringan dapat menginterupsi eksekusi normal dari suatu aplikasi client dan menyebabkan kegagalan proses yang terjadi. Dalam hal ini, background proses PMON Oracle mendeteksi dan menyelesaikan pembatalan proses server dan pemutusan koneksi user proses.

5. Instance failure

karena semua database adalah suatu instance, sehingga
a. Terjadi pemadaman listrik yang menyebabkan server menjadi tidak tersedia
b. Server menjadi tidak tersedia karena masalah hardware seperti kegagalan CPU, korupsi memori, atau sistem operasi crash
c. One of the Oracle server background processes (DBWn, LGWR, PMON, SMON, CKPT) experiences a failure Salah satu background proses Oracle server (DBWn, LGWR, PMON, SMON, CKPT) mengalami kegagalan

6. Media failure

  a. Head crash pada hard disk
  b. Masalah fisik dalam pembacaan atau penulisan ke file database
  c. File tak sengaja terhapus.
Ada juga tujuan dari backup yakni;
·           - Meningkatkan Mean-Time-Between-Failures (MTBF)
-  Menurunkan Mean-Time-To-Recover (MTTR) 
-   Meminimalkan kehilangan data
* Jenis Backup
Secara umum backup dibagi menjadi 2 yaitu Physical Backup dan Logical Backup.

1. Physical Backup

Untuk backup fisik (sering disebut sebagai backup sistem operasi) file data, redo log file dan file kontrol yang disimpan pada media backup seperti sistem penyimpanan tape.

Ada 2 type physical backup:
     
a. Cold/Offline Backup
Backup dilakukan ketika database off-line dan tidak tersedia/diakses untuk para penggunanya. Offline backup dapat dilakukan terlepas dari apakah database dalam mode archivelog(database ditutup/dibuka) atau NOARCHIVELOG(database ditutup). Off line backup dilakukan dengan mematikan database terlebih dahulu, baru kemudian membackup datafile. File-file yang dibackup adalah semua data file, semua control file, semua online redo log dan File init.ora (optional). 

b. Hot/Online (Archivelog) Backup
Backup dilakukan ketika database online. Jika database tersedia dan dalam mode archivelog, mengatur tablespace ke modus cadangan dan backup file mereka. Juga untuk membackup file kontrol dan diarsipkan redo file log.Online backup dilakukan tanpa mematikan database, jadi database masih bisa diakses selama proses backup. Syarat online backup adalah database harus dalam mode archivelog. File-file yang di back up adalah semua datafile, semua archived redo log file dan control file.

Menggunakan metode online backup ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya database tidak perlu dimatikan sehingga tidak ada downtime, bisa melakukan backup per tablespace, bahkan per datafile, bisa merestore data sampai terakhir sebelum masalah terjadi dan Bahkan bisa merestore data sampai waktu yang ditentukan.

2. Logical Backup 

Logical Backup adalah pembacaan sebuah set record database dan menulisnya di sebuah file. Yang merupakan logical backup adalah ekspor-impor database.
Ekspor-Impor
Ekspor-impor digunakan untuk melakukan backup database logis. Saat mengekspor, objek database dipindah ke sebuah file biner yang kemudian dapat diimpor ke database Oracle lainnya. Karena menggunakan format file biner proprietary, mereka hanya dapat digunakan antara database Oracle. Jadi, user tidak bisa mengekspor data dan melakukan impor ke database non-Oracle
- Ekspor / impor digunakan untuk melakukan tugas-tugas berikut: 
a. Backup dan pemulihan (database kecil saja, katakanlah <+50 GB, jika lebih besar, menggunakan RMAN sebagai gantinya) 
b. Memindahkan data antara database Oracle pada platform yang berbeda (misalnya dari Solaris ke Windows) 
c. Reorganisasi data / menghilangkan fragmentasi database.
d. Upgrade database dari versi lama Oracle. 
e. Mendeteksi database yang corruption. 
f. Transport tablespace antara database 


RECOVERY ORACLE
      Recovery merupakan suatu prosedur untuk melakukan pemilihan terhadap data yang hilang. Recovery database bertujuan untuk me-restore hasil dari back-up fisik data file atau control file dengan cara memulihkan data file serta control file tersebut agar kembali tersedia di server database Oracle.
  a. Struktur Database Fisik yang digunakan untuk Recovery:
      - Redo Log File
      - Control File
      - Data File  


Jenis-jenis Recovery

a. User-Managed Recovery
(1) Complete Recovery
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan complete recovery diantaranya:
· Memastikan datafile yang digunakan untuk restore dalam keadaan offline
· Hanya merestore datafile yang rusak atau hilang
· Jangan merestore control file, redo log file, password file atau parameter file
· Recovery datafiles

(2) Incomplete Recovery
Untuk menjalankan Incomplete recovery yang dibutuhkan adalah backup dari semua data file yang dibuat sebelum recovery point dan semua archive log dari backup terakhir hingga waktu recovery yang diinginkan. Biasanya, incomplete recovery dilakukan ketika complete recovery gagal dijalankan. Selain itu, kondisi yang menyebabkan incomplete recovery harus dijalankan adalah dikarenakan semua redo log file dan data file hilang, terjadi user error(contoh: table terhapus, data input tidak valid dan telah di commit), atau control file hilang dan harus digunakan untuk membuka database.
 - Step Recovery
  1. Identifikasi suatu database yang mengalami rusak.
  2. Analisa situasi saat database akan di recovery.
  3. Menyiapkan apa yang dibutuhkan untuk recovery.
  4. Identifikasi objek yang bergantung pada database.
  5. Leave the expired copy backup.
  6. Restore.
  7. Roll forward through dbase log.

Senin, 31 Maret 2014

Resume DBA Pert 6

Resume DBA

Nama : Muhammad Nurhari
Nim    : 10.41010.0123

System And Database Performance :

Optimize System Performance
Layanan Pelanggan maju membantu Anda meningkatkan performa dan mengoptimalkan lingkungan Oracle Anda melalui pilihan penilaian proaktif terus-menerus, termasuk pengujian, pemantauan,pengukuran, dan pemodelan. Nikmati aksespilihan para ahli teknis dan konfigurasi,kinerja, dan layanan tips untuk penggunaanyang lebih efektif dari sumber daya TI Andadan manajemen yang lebih baik darilingkungan anda.

Data Dictionary

Select * From dictionary :
Perintah tersebut  diatas akan menampilkan semua nama user dan privilagenya. Disana kita juga dapat melihat tabel apa saja pada setiap user serta apapun yang berhubungan dengan sistem.



Jika Data Dictionary dalam pencarian dengan memberikan "dba_" maka akan menampilkan semua yang berhubungan dengan database.
Jika "all_" maka kita akan dapat melihat user siapa saja yang sedang login saat itu dan grand yang diberikan kepada setiap user.
Jika "user_" maka kita dapat melihat user yang sedang login saja. Misalkan ada user DBA, HR, SCOTT (seperti pada gambar 1) dan dimasing-masing user tersebut mempunyai objek sendiri-sendiri. Tabel setiap userpun dapat disamakan persis nama dan isinya (Struktur dan Objeknya).



Optimasi Database
Partioning :

  1. Raw Partition Vs File System
  2. Indexing
  3. Denormalization
  4. Clustering
  5. Interleaving Data
  6. Free Space
  7. Compression
  8. File Placement & Allocation
  9. Page Size
  10. Reorganization

Role
Role adalah penggabungan beberapa fungsi yang dapat dipanggil dengan membuat satu paket tempat untuk dijadikan tampungan beberapa fungsi tersebut dan dapat dipanggil sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, dari gambar diatas adalah jika terdapat User A dan User B yang masing-masing user tersebut dapat melakukan select, update, dan juga delete dan mempunyai hak dan grand dalam mengakses Tabel A. Maka setidaknya untuk meringkas ebuah proses tersebut kita membutuhkan Role. Katakan saja kita membuat select, update dan delete untuk Tabel A dan kemudian kita konekkan setiap user yang membutuhkan perintah tersebut terhadap role yang sudah dibuat.


Senin, 24 Maret 2014

Resume DBA Pert 5

Resume DBA

Nama : Muhammad Nurhari
Nim : 10410100123

Perfomance Management :
Performance Management yaitu kemampuan dalam menanggapi kinerja sebuah aplikasi, server, jaringan, dekstop, maupun database itu sendiri.

Berikut adalah contoh - contoh Performance Management :
  • Mengoptimalkan sumber daya untuk meningkatkan kemampuan melewatkan data, memperkecil terjadinya crash dalam suatu proses serta menangani beban. 
  • Dalam aturannya setidaknya seorang DBA menggunakan aturan 80/20. Maksudnya yaitu, aturan 80% adalah dari hasil dan 20% adalah dari usaha. Yang kuncinya adalah F.O.K.U.S. – FOKUS pada suatu masalah yang dihadapi dan jangan terpancing pada efek solusi atau masalah tersebut.

5 faktor yang mempengaruhi Kinerja Database :

  • Workload (Beban Kerja) -- Seperti transaksi online, analisis data warehouse, dan sistem command yang datang beberapa kali.
  • Throughput -- Merupakan kemampuan sebuah computer dalam memproses data.
  • Resources (Sumber Daya) -- Contohnya : Software and Hardware.
  • Optimization (Optimasi) -- Optimasi database, memformula query dls.
  • Contention (Kres) -- Yaitu kondisi di mana dua atau lebih komponen dari beban kerja sedang mencoba untuk menggunakan satu sumber daya dengan cara yang bertentangan. Seiring dengan peningkatan ke-kres-an data serta penuruanan data yang melewati proses.
Keterkaitan Data Availability dan Performance Management :
Dari hal - hal diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa ketersediaan data akan langsung direspon oleh kinerja komputer dalam kecepatan / ketanggapan merespon data yang diproses oleh komputer.

ISTILAH DALAM ORACLE :
  • Listener : merupakan proses terpisah yang berjalan pada database server dalam komputer, dan menerima request / permintaan koneksi klien yang masuk dan mengelola lalu lintas permintaan ini ke server database.
  • Dedicated Server Processes: merupakan sebuah proses dimana jika ada suatu request, maka request tersebut langsung dilayani oleh proses tersebut. ( 1 request, 1 layanan )
    Proses Oracle Database Dedicated Server 
  • Shared Server Processes : merupakan proses yang bisa melayani beberapa request dalam 1 respon dengan catatan sumber daya dalam komputer tersebut kapasitas memorynya memungkinkan untuk disetting Shared Server Process.
    Proses Oracle Database Server

tns names :
( description =
( address = ( protocol = TCP ) ( HOST = localhost )(port = 1521))
( connect_data =
( server = dedicated )
( service_name = ora10g )
)
)
PERFORM MANAGEMENT
Perform Management terdiri dari :
  1. Monitoring
  2. Tunning
  3. Management
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA DATABASE
  1. Beban kerja
  2. Througput -- kemampuan untuk melewatkan data.
  3. Resources -- sumber daya dalam komputer
  4. Optimalization -- bisa tidaknya query optimation melakukan tunning sendiri / atau bisa tidaknya menangani konflik ( kress ).
Link Sumber : Link 1. Link 2.

Resume DBA Pert 12

Resume DBA Nama : Muhammad Nurhari Nim    : 10410100123 Data Movement dan distributions Data Movement Proses dat...